Mengubah Uang menjadi Kekayaan

Yang belum baca posting sebelumnya.. silahkan dibaca dulu disini biar nyambung🙂

Seorang “E” (pegawai) bisa merupakan presiden direktur perusahaan atau tukang sapu perusahaan. Yang terpenting bukanlah apa yang mereka lakukan, tapi perjanjian mengikat yang mereka miliki dengan orang/perusahaan yang mempekerjakan.

Dalam kelompok “S” (pekerja lepas) kita menemukan “profesional”
berpendidikan tinggi, seperti misalnya dokter, apoteker, pengacara, dan akuntan.

Juga dalam kelompok ini terdapat orang-orang yang mengambil jalur pendidikan di luar, atau di samping, aliran tradisional.

Kelompok ini meliputi wiraniaga dan pemilik bisnis kecil seperti pemilik toko eceran, pemilik restoran, kontraktor, konsultan, ahli terapi, agen perjalanan, montir mobil, tukang ledeng, tukang kayu, pengkhotbah, tukang listrik, penata rambut, dan artis.

Seorang “B” nyaris merupakan lawan dari “S.”
Tidak seperti “S” yang tak suka mendelegasikan pekerjaan (karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik), seorang “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan.

Perbedaan utama antara “S” dan “B” adalah, seorang “S” memiliki sebuah pekerjaan sedangkan seorang “B” memiliki sebuah sistem dan kemudian menyewa orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan sistem itu.

Atau dengan cara lain bisa dikatakan, dalam banyak kasus “S” adalah sistemnya. Itu sebabnya mereka tidak bisa pergi meninggalkan bisnisnya untuk waktu yang lama.
Sebaliknya, mereka yang merupakan “B” sejati bisa meninggalkan usaha mereka selama satu tahun atau lebih, dan pada saat kembali menemukan bisnis mereka lebih menguntungkan serta berjalan lebih baik dibanding ketika mereka tinggalkan.

Pemilik bisnis “B” bisa berlibur selamanya karena mereka memiliki sebuah sistem, bukan sebuah pekerjaan. Jika “B” sedang berlibur, uangnya masih mengalir masuk.
Contohnya..: Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat. Ia membeli produk orang lain dan membangun sistem global yang canggih di sekitarnya.

“I” (investor) membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Di kuadran manapun orang menghasilkan uang, jika berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”. Di dalam kuadran
“I” inilah uang diubah menjadi kekayaan.

About indonesiancharcoal

We expertise in exporting charcoal business to all over the world. Our products mainly comprises of Mangrove Wood Charcoal and Akasia ,Sono,Sanbi, Asam Jawa Wood Charcoal. Aside from that, we are now manufacturing our own Coconut Shell Briquette Charcoal in our base here in Indonesia. UD ATEX INDONESIA Adress: Rejowinangun-KG Pilahan ASRI Ⅱ.KAV.53 Yogyakarta E-mail : atexindonesia@yahoo.com TEL: 0274 38-7975 FAX 0274-38-7975 Mobail: 087838466669 08179419682
This entry was posted in Marketing, Trading. Bookmark the permalink.

One Response to Mengubah Uang menjadi Kekayaan

  1. Pingback: Kebebasan Finansial dengan Passive Income, Siapa yg MAU?? | Black Charcoal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s